Berita

Call for Applications: Dalai Lama Fellowship 2016 in USA

Fellowships

 

Dalai Lama Fellows awards year-long Fellowship grants of up to $6,000 to undergraduate and graduate students who want to design and launch ambitious “Compassion-in-Action” projects. Beyond funding, the Dalai Lama Fellowship guides young people toward personal and social transformation through an ethical leadership curriculum and personalized coaching that supports the Fellow in personal development and project success.

After being selected, all Fellows begin their immersion into our ethical leadership curriculum in April 2016 with “Tilling the Soil”. This is a set of reflective exercises and Skype conversations with our program staff, designed to prepare Fellows for intensive learning and growth at the Ethical Leadership Assembly (ELA). ELA is a weeklong convening of new Fellows and those from past years and is held near San Francisco, California.

http://www.youthop.com/fellowships/call-for-applications-dalai-lama-fellowship-2016-in-usa-3338

 

System, Society and the World: Exploring the English School of International Relations (Second Edition)

Since its reorganisation in the 1990s, the English School has emerged as a popular theoretical lens through which to examine global events. Those who use the approach promote it as a middle way of theorising due to its ability to incorporate features from both systemic and domestic perspectives into one coherent lens. This volume, now in its second edition, brings together some of the most important voices on the English School to highlight the multifaceted nature of the School’s applications in International Relations.

http://www.e-ir.info/publications/

Call for Applications: International Youth Friendship Camp 2016 in Bali, Indonesia

 Exchange Programs

 

Deadline: January 25, 2016

International Youth Friendship Camp 2016 (IYFCamp) is a platform camp to unite and meet up young generation to have meaningful experiences by doing some valuable activities. After successfully organizing the first IYCamp in 2013, took place in Yogyakarta, Indonesia, AYFN will hold the second IYFCamp with the theme of “The role of youth in fostering solidarity”. This camp focuses on international friendship, social awareness and cultural exchange. IYFCamp will take place on February 23 – 27, 2016, in Bali, Indonesia.

http://www.youthop.com/exchange-programs/call-for-applications-international-youth-friendship-camp-2016-in-bali-indonesia-3346

Call for Papers “INTERNATIONAL INDONESIAN FORUM FOR ASIAN STUDIES”

Call for Paper Abstracts and Posters

Submissions closes on 2 April 2016

The proliferation of regional and international alliances are a process to find solutions to common challenges. IIFAS has joined with Sebelas Maret University in Solo in the discourse on the history and future of cooperation and the interaction to overcome those challenges…….read more

http://www.iifas.info/call-for-papers-3/

Call for Participants: Yenching Global Symposium 2016 in China

The Academy’s flagship event, the Yenching Global Symposium, is a continuation of this mission. Hosted on the Peking University campus from March 24-26, 2016, the three-day event will comprise engaging lectures, panel discussions, and interactive sessions about China’s impact on the world and the influence that the world has on China. It will feature prominent Chinese and international scholars, along with leading professionals from a wide range of fields. These leaders of today will share their insights with their potential counterparts: 200 students and young professionals from around the world with a noted passion for China in their work and research.

untuk info lebih lengkap, silahkan mengunjungi situsnya: http://www.youthop.com/conferences/call-for-participants-yenching-global-symposium-2016-in-china-3265

HI HANDS, Desember 2014

“ HI HANDS ” diselenggarkan pada tanggal 16 Desember 2014, yang kali ini di adakan di Sekolah Luar Biasa Kota Mataram. Sekolah ini merupakan salah satu pendidikan khusus bagi siswa penyandang disabilitas yang ada di Kota Mataram khususnya bagi anak yang tuna – rungu, tuna – daksa, dan autis. HI HANDS dilaksanakan dalam rangka sosialisasi seklaigus menjalin persaudaraan dengan anak – anak SLB.

Dalam kesempatan ini, perwakilan divisi jaringan dan kerjasama mengadakan berbagai kegiatan, untuk menjalin kebersamaan dengan siswa – siswai SLB, tergambar di wajah mereka semangat dan antusias siswa – siswi mengikuti kegiatan yang disiapkan oleh panitia, sebelum memulai lomba, salah satu siswa SLB menunjukkan bakat pantomimnya. “ Kami sangat kagum akan bakat dan kemampuan teman – teman di sini, mereka tidak kalah dengan anak – anak yang normal.”

Sambutan hangat dari para staf dan siswa – siswi SLB sangat terasa saat rombongan mahasiswa HI UNRAM sampai di tempat tersebut. “ Kami sangat sengang mendapat kunjungan dari mahasiswa HI UNRAM,” demikian di katakan oleh kepala Sekolah SLB. Beliau juga mengatakan banyak anak –anak dari SLB menguikuti berbagai lomba dan sudah banyak menjuarai di tingkat kota maupun provinsi, prestasi tersebut antara lain, lomba sains, lomba tari, hingga lomba make up. Prestasi yang membagakan bagi SLB dapat menunujukkan kemampuan mereka di masyarakat banyak sekaligus membuktikan bahwa mereka mampu bersaing di masyarakat.

Setelah itu, siswa – siswi disana terlihat sangat antusias dalam perlombaan ini, para siswa – siswi SLB Mataram menyuguhkan bakat mereka di depan juri penilai, mereka sangat menghibur kita semua yang hadir, mereka menyuguhkan yel – yel hingga tari, semakin lama kekerabatan di ruangan semakin terjalin dengan siswa – siswi. Kami sangat bangga dengan bakat yang mereka tunjukka, mereka sunguh luar biasa, walaupun memiliki kekurangan, tetapi kekurangan itu mereka bukan menjadi penghalang mereka untuk bereaksi. Mereka sungguh luar biasa. Kemudian panitia menyerahkan bingkisan kepada para siswa – siswi di SLB yang memenangkan perlombaan. Acara ini mereupakan suatu pengalaman yang berharga bagi kami mahasiswa HI. Kami senang bisa berkunjung ke tempat ini, untuk saling berbagi dengan teman – teman di sini.

Sebagai bentuk kebersamaan, dan akhir perpisahan acara, panitia mengadakan acara cap tangan di kain kasa putih, di mana siswa – siswi beserta mahasiswa HI mewarnai tangan lalu menancapkan tangan mereka di atas kain sebagai tanda HI HANDS telah melaksanakan kegiatan persaudaraan dengan siswa – siswi SLB Mataram. Kain putih mulai tertutupi cap tangan warna – warni siswa – siswi acara di ruang kelas semakin penuh dengan canda tawa dan semangat luar biasa dari anak – anak membuat perpisahan dengan mereka begitu haru, acara semakin hangat akan persaudaraan walaupun baru berjumpa dengan mereka. Semoga kegiatan ini dapat terus dilaksanakan guna menumpuk solidaritas dan sebagai upaya pembinaan melalui pendidikan karakter dengan sebuah kegiatan nyata.

Pesan yang dapat diambil dari perjumpaan ini adalah, mahasiswa HI dapat berjumpa dengan anak- anak yang memilki semangat juang hidup yang sangat tinggi walaupun mereka memiliki keterbatasan, mereka begitu luar biasa. Keterbatasan mereka bukan menjadi penghalang untuk mereka menggapai cita – cita mereka, mereka mampu membuktikan kepada masyarakat bahwa mereka juga bisa dan tidak di pandang hanya dengan sebelah mata saja. Terima kasih kepada SEKOLAH LUAR BIASA KOTA MATARAM yang banyak memberikan inspirasi bagi Mahasiswa HI UNRAM.

MUBES I HMHI

Musyawarah Besar Himpunan Mahasiswa Hubungan Iinternasional (MUBES HMHI) adalah moment besar pertama yang pernah kami hadiri sejauh ini. Moment ini terjadi tanggal 8 November 2014 di ruangan Hubungan Internasional Universitas Mataram. Penyelanggaraan MUBES ini sebenarnya sudah kami pikirkan dan rencanakan dari berhari-hari sebelumnya, karena kami ingin mempunyai suatu himpunan mahasiswa jurusan.

MUBES ini terrealisasikan dengan bantuan dari para dosen kami, dan dari dukungan teman-teman yang penuh semangat. Sebelum MUBES ini diselenggarakan, kami sudah membentuk tim SC (Steering Committee) terlebih dulu, yang bertugas untuk merumuskan dasar-dasar atau haluan dari HMHI kedepannya. Tim SC sendiri merumuskan segala-galanya dalam waktu sekitar 2 minggu sebelum MUBES HMHI ini diselenggarakan, mereka bekerja dengan keras.

Dalam sidang kami yang pertama, kami dipimpin oleh pimpinan sidang sementara. Saat itu yang kami bahas pertama kali adalah mengenai sidang, yaitu tentang tata tertib sidang. Saat itu yang menjadi titik berat atau permasalahan utama dalam perumusan tata tertib sidang ialah mengenai Kuorum. Bahkan untuk merumuskan BAB tentang Kuorum saja, kami sampai menghabiskan waktu hingga lebih dari 1 jam. Tidak seperti BAB dan pasal-pasal lain yang hanya butuh waktu beberapa puluh menit untuk dapat disahkan.

BAB tentang Kuorum yang tak kunjung selesai dibahas, membuat kami sedikit bingung dengan apa yang telah dirumuskan oleh SC. Selalu saja ada yang kurang dari yang mereka rumuskan di mata peserta sidang. Kelemahan yang paling mencolok saat itu utamanya berada dalam hal redaksi dari isi BAB tersebut. Akhirnya, pimpinan sidang memutuskan untuk menunda sidang hingga 3 hari ke depan, dengan syarat SC harus menyempurnakan rumusan-rumusan tata tertib sidang, AD/ART, GBHO, dan GBHK untuk sidang selanjutnya.

3 hari berlalu dengan cepat, SC sudah selesai menyempurnakan rumusan mereka. Sidang dilanjutkan kembali di tempat yang sama, setelah jam mata kuliah selesai. Saat itu adalah hari Selasa, tanggal 11 November 2014. Dalam penyempurnaan yang dlakukan oleh SC, kata “sidang” diubah menjadi “musyawarah besar”. Musyawarah Besar kali itu pun dilanjutkan kembali sesuai dengan apa yang telah diputuskan pimpinan sidang sementara disaat sidang sebelumnya.

Musyawarah Besar kali itupun dapat berjalan dengan semestinya, tidak banyak permasalahan yang terjadi dengan rumusan yang telah disempurnakan. BAB demi BAB kami bahas bersama dan kami sah-kan satu per-satu. Hingga akhirnya, tiba saatnya kami memilih pimpinan sidang tetap yang akan melanjutkan kepemimpinan sidang hingga nantinya sidang berakhir. Kami memilih pimpinan sidang kali itu dengan cara melakukan voting. Orang-orang yang terpilih sebagai pimpinan sidang tetap saat itu adalah Syarif, Jey, dan Alman, menggantikan pimpinan sidang sementara yaitu Iqbal, Alman, dan Nia.

Musyawarah pun dilanjutkan dengan agenda pembahasan rancangan AD/ART dan GBHO/GBHK. Sidang berjalan lancar dengan beberapa kali waktu istirahat (ishoma) sesuai dengan instruksi pimpinan sidang. Setelah istirahat, posisi ketua sidang diserahkan kepada pimpinan sidang ke-2, yaitu Jey.

Musyawarah dilanjutkan kembali hingga malam hari, dimana saat petang, tiba-tiba terjadi pemadaman listrik. Musyawarah pun dilanjutkan dalam gelapnya malam dan hanya diterangi cahaya beberapa lilin. Tapi meski hanya diterangi lilin, semangat kami untuk menyelesaikan sidang tidak meredup sama sekali.

Musyawarah pun berakhir dengan semestinya. Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram pun resmi berdiri, seiring dengan ditanda-tanganinya hasil Musyawarah tersebut oleh ketiga pimpinan sidang.

Selesainya sidang, bukan berarti kami juga selesai untuk tetap bersama-sama di malam itu. Seusai sidang, kami berkumpul sejenak untuk mensyukuri lancarnya MUBES di hari itu, dengan cara bersama-sama berdo’a dan menikmati beberapa cemilan yang sebelumnya telah kami beli dengan cara patungan. Hari itu berakhir dengan indah.

FORDISM, 2014

FORDISM adalah sebuah singkatan dari Forum Diskusi Dua Mingguan yang diadakan oleh Divisi Strategis dan Pengembangan Wacana dalam Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional. Forum diskusi ini bertujuan untuk menambah wawasan Mahasiswa Hubungan Internasional, tetapi juga terbuka untuk mahasiswa di luar Program Studi Hubungan Internasional.

Fordism ini menyajikan isu – isu yang sedang hangat dibicarakan di mata Internasional. Kegiatan ini menghadirkan pembicara – pembicara yang sudah berkecimpung di dalam tema yang ditentukan, juga memberikan kesempatan kepada seluruh mahasiswa dan tenaga pengajar yang hadir dalam forum diskusi untuk menyuarakan pikirannya.

5. Fordism.JPG

FORDISM pertama kali diselenggarakan pada tanggal 24 Oktober 2014 di ruang kelas Program Studi Hubungan Internasional yang bertemakan Cosmopolitanism, Immigration and Citizenship. Tema ini mungkin terdengar asing bagi kami, mahasiswa semester pertama hubungan internasional. Tapi perlahan namun pasti kami mulai untuk memahami dan mempelajari dari seluruh pemaparan yang diberikan.

Kemudian yang kedua diselenggarakan pada tanggal 16 Desember 2014, bertempat di ruang kelas Program Studi Sosiologi yang bertemakan Analisis Konflik di Papua. Tema ini begitu penting. Mengapa ? Tentu karena tema yang mengangkat sebuah tempat yag sedang dilanda konflik di Indonesia sangatlah perlu diketahui dan didiskusikan. Tema kali ini membuka mata kami yang hadir di forum diskusi untuk tidak menyimpulkan suatu masalah dan siapa yang bersalah hanya dari satu perspektif yang ia percayai. Namun, harus menarik kesimpulan dari seluruh perspektif yang ada. Tentu dengan menimbang – nimbang pula.

Sebuah bentuk pembelajaran yang dilakukan dalam metode diskusi tentu akan sangat melekat pada memori mahasiswa yang menghadirinya. FORDISM ini tidak mungkin dapat terselenggarakan tanpa adanya kinerja yang baik dari Divisi Strategis dan Pengembangan Wacana beserta kerja sama seluruh tenaga pengajar Program Studi Hubungan Internasional dan mahasiswa.

Kuliah Umum, Oktober 2014

Well kegiatan civitas akademika HI selanjutnya adalah menyambut seorang tamu istimewa. Guest it….!! Ya ibu Baiq Wardhani. Beliau adalah tamu istimewa PRODI HI yang selanjutnya. Nah, rekan –rekan HI pasti sudah pada tahu mengenai ibu Bq. Wardhani ini, sekedar mengingatkan kembali nih, bu Wardhani ini adalah ketua Program Studi program magister (S2) Hubungan Internasional Universitas Airlangga. Luarbiasa, selain itu ibu Wardhani juga pernah menjabat ketua program studi S1 Hubungan Internasional UNAIR. Usut punya usut rekan – rekan ternyata bu Ani, panggilan Bu Wardhani, merupakan angkatan pertama Program Studi HI di UNAIR dan yang lebih luar biasanya beliau adalah putri Asli NTB. Bangga dong pastinya jadi putra – putri NTB. Semoga jadi motivasi buat rekan – rekan semua.

Dalam lawatan kali ini ke Lombok kata bu Ani dilakukan dalam rangka pulang kampong katanya. Namun ternyata para dosen kita dengan luar biasanya mampu mengundang bu Ani untuk berkunjung ke program studi HI UNRAM. Dalam kunjungannya ini, bu Ani melakukan beberapa aktifitas di beberapa program studi baru di UNRAM, yaitu Program studi HI, Komunikasi dan Sosiologi. Dalam kunjungannya ke PRODI HI, bu Ani sempat memberikan kuliah umum buat mahasiswa HI . Dengan tema overview studi konsentrasi hubungan internasional, bu Ani memberikan banyak pemahaman baru tentang HI kepada kami selaku mahasiswa angkatan pertama PRODI HI UNRAM.

Sekedar mengingatkan rekan – rekan nih, penjelasan bu Ani saat kuliah umum tak hanya sebatas konsentrasi dan mata kuliah saja. Beliau juga memaparkan tentang kedudukan HI di antara bidang ilmu lainnya. Beliau mamaparkan bahwa HI berada di cutting point dari beberapa bidang ilmu, yaitu hukum, ekonomi dan politik. Tak hanya itu bu Ani juga memaparkan peluang kerja lulusan HI kedepannya. Wah pokoknya mantap buat yang ikut kuliah umum sama bu Ani. Selain itu, bu Ani juga mengingatkan bahwa lulusan HI harus benar – benar berkompeten terlebih persaingan di masa akan datang itu luar biasa ketatnya.

Dengan kuliah yang luar biasa dari bu Ani, tentu rekan – rekan tambah bersemangat untuk berkembang di PRODI HI ini. Ada beberapa rekomendasi juga nih dari bu Ani buat rekan – rekan yang ingin melanjutkan studi magister di luar negeri. Nah dari beberapa pertanyaan tentang hal ini, bu Ani menyebutkan beberapa unversitas terkemuka dunia yang bagus untuk kita menimba ilmu HI lebih dalam, antara lain FSIR (Fletchur School of Internasional Relation) di Amerika, Jhon Hopkins School of International Relation, Harvard University, dan lain – lain. Jadi makin semangat kan rekan rekan ? Pastinya. Kita harus bisa mencontoh bu Ani, beliau berhasil membuktikan bahwa kita sebagai putra daerah juga mampu untuk bersaing dengan yang lain. Hal tersebut beliau buktikan dengan keberhasilan beliau menuntaskan studinya di eropa dan mendapat gelar Ph.D.-nya. Kita juga bisa kawan. Semangat dan salam Internasional !!!!!!!!!!!!!

Bedah Buku, September 2014

September 2014. Penulis yang bukunya dibedah adalah berasal dari Lombok, dan sekarang masih sedang menempuh program doktoral di Studies Political Science and International Relation di Marmara University. Judul buku yang hendak dibedah saat itu adalah “Indonesia Menuju Kekuatan Dunia 2030”. Beliau bernama M. Sya’roni Rofii. Ruangan yang kami pergunakan untuk kegiatan saat itu adalah ruangan Program Studi Ilmu Komunikasi.

3. Bedah Buku.JPG
Suasana disaat bedah buku

Posts navigation

1 2 3 4 5 6 7 8 9
Scroll to top