Berita

HI Visit KRI Dewaruci, September 2016

12 September 2016, Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram melakukan kunjungan ke Pelabuhan Lembar yang ada di Kabupaten Lombok Barat. Kunjungan ini merupakan buah dari rasa antusias seluruh mahasiswa hubungan internasional yang ada, utamanya bagi yang mengambil mata kuliah Kajian Kemaritiman Internasional. Kunjungan yang dilakukan adalah untuk mengenal dan mengetahui mengenai sejarah dan bentuk dari sebuah kapal legendaris milik Indonesia yaitu KRI Dewaruci dan untuk mengetahui hal-hal lain yang berkaitan dengan bidang kemaritiman dari para kadet.

KRI Dewaruci bersandar di Pelabuhan Lembar selama beberapa hari dan dibuka untuk kunjungan masyarakat umum. Tujuan dari pelayaran KRI Dewaruci kali ini adalah untuk mempererat hubungan antar kadet yang berasal negara-negara Asia Tenggara, seminar bersama kadet se-ASEAN, dan sekaligus memberikan pengenalan kepada kadet-kadet ASEAN lainnya mengenai Indonesia, bahwa negara yang besar ini keindahannya tidak hanya terpusat di Bali yang terkenal hingga ke mancanegara, tetapi juga tersebar di berbagai belahan Indonesia lainnya. Hal-hal tersebut tergabung menjadi satu dan diberi nama “ASEAN Cadet Sail 2016”. Pelayaran kali ini diikuti oleh 35 orang taruna dan taruni yang berasal dari 7 negara ASEAN dan akan singgah di beberapa daerah lain di Indonesia.

Jpeg
Penampilan “The Say HI Duo” di KRI Dewaruci

Tidak hanya belajar mengenai sejarah dan hal-hal yang berkaitan dengan kemaritiman, mahasiswa HI UNRAM saat berada di KRI Dewaruci juga turut memberi hiburan pada para kadet dan pengunjung lainnya dengan mempersembahkan penampilan “The Say HI Duo” yang merupakan homeband accoustic program studi HI UNRAM. Sebelum tampil di KRI Dewaruci, homeband accoustic program studi HI ini sudah pernah menjadi juara dalam sebuah kompetisi band akustik.

Kunjungan Presidium Nasional FKMHII Korwil VI, September 2016

Pada bulan September ini, Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional Universitas Mataram mendapat suatu kehormatan berupa kunjungan dari Presidium Nasional Forum Komunikasi Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (FKMHII) Korwil VI, Rizky Ayugita Pradini. Kedatangan Presnas Korwil VI ini bertujuan untuk memperkenalkan FKMHII secara langsung kepada Himpunan Mahasiswa Hubungan Internasional (HMHI) Universitas Mataram.

Inti dari kedatangan Presnas Korwil VI ini tertuang seluruhnya dalam sebuah presentasi yang disampaikan pada 9 September 2016 di Sekretariat HMHI UNRAM. Dalam presentasi tersebut dijelaskan mengenai sejarah terbentuknya FKMHII, dinamika dalam FKMHII, hingga pembagian batas-batas dari setiap koordinasi wilayah (korwil). Di kesempatan yang sama juga sekaligus dibahas mengenai PSNMHII dan PNMHII, serta program kerja korwil.

Orientasi dan Pengenalan Lingkungan Kampus Mahasiswa Baru, Agustus 2016

Mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional pada tahun ini terseleksi melalui semua jalur penerimaan yang ada, baik itu jalur SNMPTN, SBMPTN, dan jalur mandiri. Untuk memindak lanjuti hal tersebut, pihak program studi menjadwalkan masa orientasi dan pengenalan kampus untuk para calon mahasiswa baru pada tanggal 22-24 Agustus 2016. Kegiatan yang berlangsung pada bulan yang lalu tersebut merupakan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan di gedung baru tiga program studi baru, yang nantinya akan menjadi sebuah fakultas dan bertempat di bagian barat Gedung Rektorat Universitas Mataram.

Agenda yang dilaksanakan pada kegiatan orientasi dan pengenalan kampus pada saat itu diantaranya adalah pengenalan dosen dari ketiga program studi yang ada, pemberian motivasi dan informasi mengenai bagaimana idealnya menjadi mahasiswa utamanya mahasiswa bidang sosial dan politik, serta pengenalan organisasi mahasiswa yang ada dalam ruang lingkup ketiga program studi.

Sebagai selingan dari setiap kegiatan yang terlaksana, masing-masing program studi dengan himpunan mahasiswa yang dimilikinya memberikan hiburan-hiburan terhadap para calon adik tingkat mereka, seperti halnya dengan membuat perlombaan yel-yel yang pada akhirnya dimenangkan oleh prodi HI, sekaligus menjadi kemenangan yel-yel beruntun ketiga kalinya sepanjang pelaksanaan ospek yang ada.

 

Bedah Buku, Juni 2016

Bedah buku kali ini membahas mengenai sebuah novel, yaitu “Cinta Anak Karaeng”. Novel ini merupakan sebuah novel karya seorang penulis asal Indonesia, lebih jelasnya adalah berasal dari Sulawesi. Acara ini diisi oleh 2 orang Dosen dari Prodi HI Unram yaitu Rezki Satris, S.IP., MA. yang notabenenya merupakan saudara kandung dari penulis novel tersebut serta Lalu Putrawandi Karjay, S.IP., MA selaku pembanding. Acara ini juga dipandu oleh Mahasiswa HI Unram Angkatan 2015 yaitu Rivandita Rully Kafasaskya sebagai moderator.  Kegiatan dilaksanakan di ruang kelas program studi HI pada sore hari dan mengundang mahasiswa dari 2 program studi baru lainnya yaitu Ilmu Komunikasi dan Sosiologi.

Novel ini menjadi pilihan untuk dibahas, karena selain mengangkat latar belakang tempat kejadian yang bertempat di Indonesia, juga menjelaskan serta sekaligus mempromosikan keunikan dan keunggulan dari negara dengan beribu pulau serta suku ini, berikut dengan keunikan-keunikan yang ada didalamnya. Novel ini juga menjelaskan bagaimana kehidupan dinamika kehidupan orang-orang lokal dengan tradisi serta cara pandangnya mengenai suatu permasalahan yang juga dalam lingkup tradisional. Mengenai permasalahan yang seringkali menghinggapi kehidupan antara para kaum bangsawan “Karaeng” dengan mereka yang bukan keturunan bangsawan.

HI SUMMIT, April 2016

HI SUMMIT merupakan sebuah program kerja yang bertujuan untuk mengibarkan nama program studi dan HMHI Universitas Mataram di Puncak Gunung Rinjani. Program kerja ini dilaksanakan untuk memperingati dies natalis HI yang kedua kalinya. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari masing-masing divisi yang ada dalam kepengurusan HMHI UNRAM, setiap divisinya minimal mengutus 2 orang dalam kegiatan ini.

Menurut rencana, kegiatan pendakian Gunung Rinjani dimulai pada tanggal 27 April 2016. Namun kami memulai perjalanan menuju Sembalun pada 26 April 2016 untuk lebih mengefisienkan waktu. Kami baru mulai mendaki sekitar pukul 07.30 waktu setempat sesuai dengan jadwal seharusnya. Saat dalam pendakian, kami tanpa sengaja terbagi menjadi 2 kelompok dikarenakan kemampuan fisik dari masing-masing kami yang berbeda.

Pada hari pertama dalam pendakian, kami dihadapkan dengan kondisi cuaca yang cukup tidak bersahabat, sempat beberapa kali turun hujan deras dengan diikuti kabut tebal. Ini cukup mempersulit kami dalam melanjutkan perjalanan, sehingga pada hari itu kami beristirahat dan membangun kamp di salah satu bukit mendekati pos 3 pendakian. Hari pertama, pendakian kami cukupkan hingga pukul 8 malam.

Pada hari kedua, kami kembali melanjutkan perjalanan sekitar pukul 9 pagi, usai sarapan dan kembali berkemas. Pada hari kedua ini, rute pendakian yang kami lewati dapat dikatakan sebagai rute pendakian yang paling sulit, terjal, dan melelahkan sebelum tiba di pos terakhir atau yang dikenal dengan nama pelawangan. Di hari itu kami harus mendaki bukit penyesalan, dimana menurut pendapat orang-orang sekitar dan yang sebelumnya pernah mendaki Gunung Rinjani sebagai tempat orang-orang mulai merasa putus asa dan pada akhirnya memutuskan untuk kembali turun. Tidak heran ada pendapat yang mengatakan demikian, karena bukit penyesalan ini memiliki kemiringan yang cukup ekstrim dan terdiri dari deretan bukit yang begitu banyak dan masing-masing memiliki ketinggian yang cukup membuat lutut lemas dengan kondisi tanah yang sedikit berkerikil. Setelah mendaki sekitar 6 jam lamanya, kami semua baru tiba di Pelawangan dan membangun tenda kami disana, karena tidak memungkinkan bagi kami untuk langsung melanjutkan perjalanan ke puncak disaat itu juga. Malam di pelawangan sangatlah berkesan, kami bersama dengan ratusan bahkan mungkin ribuan pendaki lain yang berasal dari berbagai negara saling berdampingan satu sama lain dalam tenda masing-masing.

Hari berikutnya, pukul 02.00 dini hari kami sudah kembali bersiap untuk melanjutkan pendakian menuju puncak. Hampir semua pendaki lain yang ada juga berangkat pada waktu yang sama. Menurut salah seorang anggota HMHI yang pada saat itu ikut mendaki bersama kami, rute pendakian yang ada sekarang sudah sangat berbeda dengan 4 tahun sebelumnya. Jalur pendakian dan kontur tanahnya sudah mengalami banyak perubahan. Jika dulu awal pendakian dari pelawangan masih berupa tanah padat dan berumput, pada saat kami mendaki pada saat itu sudah berubah menjadi tanah gembur berkerikil dan bercampur pasir. Padahal seharusnya rute yang demikian baru akan kami temui di jarak yang tidak begitu jauh dari puncak. Ini membuat proses pendakian menjadi lebih berat dari sebelumnya. Namun beruntunglah hal tersebut tidak menyurutkan semangat kami.

Akibat dari keadaan jalur pendakian yang cukup berat, beberapa dari kami terpaksa harus tertinggal dan melanjutkan pendakian dengan selisih waktu cukup jauh di belakang yang lainnya. Namun tekad yang besar untuk menggapai puncak dan menjalankan misi kami, membuat perjalanan yang melelahkan tersebut tidak begitu berarti rasa lelahnya. Meskipun terpisah dan tidak dapat mencapai puncak di waktu yang bersamaan, beberapa dari kami berhasil mengibarkan nama Program Studi Hubungan Internasional Universitas Mataram beserta HMHI UNRAM di Puncak Rinjani dengan ketinggian 3726 mdpl, atau puncak tertinggi ketiga di Indonesia. Merupakan suatu kepuasan dan kebanggan tersendiri untuk berada disana pada saat itu.

Mengingat terbatasnya waktu dan luas permukaan puncak yang tidak terlalu luas, kami harus segera turun untuk bergantian dengan pendaki lainnya yang ingin mencapai misi mereka dan sekaligus menikmati keindahan yang disuguhkan Sang Maha Pencipta. Waktu tempuh menuruni puncak jauh lebih singkat daripada saat dalam pendakian, hampir dua kali lebih cepat. Meski disaat menuruni puncak kami sempat diterpa badai untuk sesaat, tapi kami semua berhasil tiba kembali di tenda yang kami tinggalkan di Pelawangan. Sesampainya di Pelawangan kami semua beristirahat untuk kembali memulihkan keadaan usai pendakian menuju puncak yang dimulai dini hari sebelumnya.

Usai istirahat beberapa jam, kami melanjutkan perjalanan untuk turun dikarenakan jumlah persediaan makanan kami yang hampir habis. Memulai perjalanan turun sekitar pukul 17.00, kami terus menyusuri dan menuruni Rinjani melalui bukit penyesalan dalam gelap. Kami tiba di pos 3 sekitar pukul 21.00 WITA dan semalam menginap disana. Keesokan harinya kami menikmati makan bersama terakhir kami di atas Rinjani, sekaligus memakan persediaan makanan terakhir yang kami bawa. Meski pada saat itu ada beberapa dari kami yang daya tahan tubuhnya mulai menurun akibat kelelahan, namun kami tetap melanjutkan perjalanan menuju sembalun. Akhirnya, kami tiba di Sembalun sekitar pukul 16.00 WITA dan melanjutkan perjalanan kembali menuju Mataram. Dengan ini, HI SUMMIT resmi tercapai dan berakhir pada 30 April 2016.

Workshop PKM

Melingkupi PKM-AI (Artikel Ilmiah) serta PKM-GT (Gagasan Tertulis). Dilaksanakan pada 30 Maret 2016 dan merupakan program kerja dari Divisi Strategis dan Pengembangan Wacana HMHI. Bertempat di Gedung Perkuliahan Magister Pengelolaan Sumber Daya Lahan Kering Universitas Mataram, pukul 10.00 – 15.45 WITA. Kegiatan ini diharapkan mampu  memicu sekaligus membimbing mahasiswa untuk menuangkan pemikiran kreatif mereka dalam wujud sebuah tulisan yang nantinya dapat diajukan untuk mengikuti PKM.

Campus Goes to School

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Divisi Humas HMHI, pada tanggal 29 Maret 2016. Merupakan hasil kerjasama dengan beberapa program studi lain, seperti Ilmu Komunikasi, Sosiologi, dan Farmasi. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan beberapa program studi baru tersebut kepada sekolah menengah atas yang ada, utamanya di Pulau Lombok.

LKM HMHI II, Februari 2016

23-25 Februari 2016, Divisi Strategi dan Pengembangan Wacana Universitas Mataram melaksanakan program kerjanya yang pertama, yaitu Latihan Kepemimpinan Mahasiswa. Program kerja ini penting dilaksanakan demi menanamkan rasa dan jiwa kepemimpinan di kalangan kepengurusan yang baru saja terpilih. Kegiatan ini didukung oleh seluruh seluruh bagian kepengurusan yang tergabung dalam sebuah kepanitiaan.

Seluruh kegiatan pada hari pertama dilaksanakan di ruang kelas prodi HI. Kegiatan hari pertama ini, hampir keseluruhannya adalah berupa penyampaian materi. Diantaranya adalah pemberian motivasi, games berupa riddle, materi penulisan ilmiah, dan materi keorganisasian. Pemateri dari setiap kegiatan tentu berbeda dan disesuaikan. Kegiatan hari pertama berakhir di sore hari bagi peserta dan malam hari bagi panitia kegiatan.

Hari berikutnya, kegiatan tidak lagi dilaksanakan di dalam ruangan. Panitia memilih menggunakan Taman Wisata Alam Suranadi sebagai tempat berlangsungnya acara. Sesuai jadwal, panitia dan peserta berangkat sekitar pukul 09.00 WITA ke lokasi. Setiba disana sekitar pukul 10.00 WITA, kegiatan dilanjutkan dengan materi team building yang dikemas dalam berbagai jenis games (ground outbond). Kegiatan ini berlangsung hingga sore hari, dan hanya diselingi beberapa kegiatan lain seperti ISHOMA. Tujuan dari kegiatan ini adalah selain menumbuhkan rasa saling percaya, kerjasama dan keeratan dalam lingkup pengurusan, juga diantaranya melatih mental dan kepercayaan diri dari setiap individunya. Setelah kegiatan tersebut berakhir, dilanjutkan lagi dengan penyampaian materi kepemimpinan oleh salah satu dosen prodi HI. Malam harinya, kegiatan dilanjutkan dengan games berupa lomba cerdas cermat seputar ke-HI-an dan dengan diterangi nyala api dari api unggun. Tengah malam hingga menjelang fajar, panitia menyiapkan sebuah acara kejutan yaitu jurit malam untuk para peserta. Jurit malam disebut sebagai kejutan karena tidak dicantumkan dalam rundown acara.

Keesokan harinya, rangkaian acara dimulai dengan senam pagi yang diinstrukturi oleh salah seorang pengurus lama HMHI. Usai senam pagi, peserta dipersilahkan untuk sarapan terlebih dulu sebelum melanjutkan ke kegiatan selanjutnya. Lomba kano adalah kegiatan selanjutnya, dimana bertujuan melatih ketangkasan dari masing-masing diri individu. Usai kegiatan tersebut, peserta dan panitia diberi sedikit keleluasaan dengan bermain air sejenak di salah satu mata air yang ada disana.

Setelah seluruh agenda terlaksana, peserta dan panitia melakukan persiapan untuk pulang. Penutupan acara dilakukan dengan diikuti sesi foto bersama.

Pelantikan HMHI II, Januari 2016

Terpilih sebagai ketua himpunan yang baru, Syarif Hidayatullah pada akhirnya mengumumkan nama orang-orang yang dipercaya sebagai ketua dari masing-masing divisi yang ada. Untuk menindaklanjuti ke langkah berikutnya, kepengurusan terpilih melakukan seleksi terhadap para calon anggota baru yang melingkupi dua angkatan mahasiswa HI UNRAM yang mendaftar. Kegiatan ini perlu, demi kelancaran pelaksanaan program kerja HMHI dalam satu periode kepengurusan.

25 Januari 2016, seluruh pengurus terpilih dilantik di Ruang Pasca Sarjana Ekonomi Universitas Mataram. Acara dalam kegiatan ini diantaranya penyampaian sambutan dari Kepala Program Studi HI, perwakilan pengurus lama, pidato kemahasiswaan oleh ketua himpunan terpilih, sumpah jabatan oleh ketua terpilih dan pengurus lainnya, hingga penyematan pin berlogo HMHI sebagai wujud peresmian pengurus yang baru. Seluruh panitia yang bertugas dalam acara ini pun seluruhnya berasal dari internal HMHI, baik pengurus maupun anggota.

Posts navigation

1 2 3 4 5 6 7 8 9